PSIKOLOGI SOSIAL

Rate this posting:
{[['', '']]}
{["Useless", "Boring", "Need more details", "Perfect"]}
PERILAKU REMAJA MASA KINI

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
     Manusia dimanapun dia berada ,tidak dapat dipisahkan dari lingkungan masyarakat. Oleh karena itu,sejak dahulu orang sudah menaruh minat yang besar pada tingkah laku manusia dalam lingkungan sosialnya. Minat yang besar ini tidak hanya muncul dari pengamat-pengamat awam,tapi juga dikalangan para sarjana dan cendekiawan.
     Sekalipun demikian, psikologi social, sebagai ilmu khusus yang mempelajari tingkah laku manusia dalam lingkungan sosialnya baru timbul kurang dari 100 tahun yang lalu (Mc. Dougall,1908 ; Ross,1908). Sebelum itu gejala perilaku manusia dalam masyarakat dipelajari oleh antropologi dan sosiologi.
     Peranan antropologi dan sosiologi dalam psikologi social antara lain adalah untuk mengurangi atau setidak-tidaknya menjelaskan bias (penyimpangan) yang terdapat dalam penelitian psikologi social sebagai akibat pengaruh kebudayaan dan kondisi masyarakat disekitar manusia yang diteliti. 
     Sasaran penelitian psikologi social sendiri adalah tingkah laku manusia sebagai individu terutama pada remaja sebagai generasi penerus bangsa.
     Inilah yang membedakan psikologi social dari antropologi dan sosiologi yang mempelajari tingkah laku manusia sebagai bagian dari masyarakatnya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari psikologi social itu sendiri?
2. Apa ruang lingkup psikologi social?
3. Bagaimana tingkah laku remaja saat ini


BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Psiologi Social
     Bila dilihat dari sudut terminology maka kata psikologi terdiri 2 macam kata yakni psyche berarti jiwa dan logos yang kemudian menjadi logi berarti ilmu.maka kata psikologi (psychology) berari ilmu pengetahuan tentang jiwa, tidak terbatas pada jiwa manusia saja akan tetapi termasuk juga jiwa binatang dan sebagainya.
     Dikalangan ahli psikologi pengertian dari kata psikologi tidak terdapat perbedaan,akan tetapi mereka berbeda dalam memberikan batasan atau definisi psikologi. Perbedaan definisi yang diberikan oleh para ahli psikologi terhadap psikologi adalah akibat dari perbedaan sudut pandangan yang berasaskan pada perbedaan aliran-aliran paham dalam psikologi itu sendiri.
     “Psikologi” berasal dari perkataan yunani “psyche” yang artinya jiwa,dan “logos” yang artinya ilmu pengetahuan, jadi secara etimologi (menurut arti kata) psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya, maupun latar belakangnya dengan singkat disebut ilmu jiwa.
     Berbicara tentang jiwa, terlebih dahulu kita dapat membedakan antara nyawa dan jiwa. Nyawa adalah daya jasmaniah yang keberadaannya tergantung pada hidup jasmani dan menimbulkan perbuatan badaniah organic behavior.sedang jiwa adalah daya hidup rohaniah yang bersifat abstrak, yang menjadi penggerak dan pengatur bagi sekalian perbuatan pribadi (personal behavior) dari hidup tingkat tinggi dan manusia.
     Secara umum psikologi diartikan ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia atau ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala jiwa manusia, karena para ahli jiwa mempunyai penekanan yang berbeda maka definisi yang dikemukakan juga berbeda.
     Diantara pengertian yang dirumuskan oleh para ahli itu antara lain sebagai berikut:
  1. Menurut Dr. Singgih dirgagunarsa : psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia
  2. Plato dan aristoteles, berpendapat psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.
  3. John Broadus Watson, memandang psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku tampak (lahiriah) dengan menggunakan metodi observasi yang objektif terhadap rangsangan dan jawaban (respons)
      Definisi psikologi social yang diberikan oleh para sarjan psikologi social menunjukan ruang lingkup psikologi social. Beberapa definisi diantaranya sebagai berikut:
     “Social psychology is scientific study of the experience and behavior individuals in relation to social stimulus situations” (sheriff & sheriff,1956,hlm. 4)
     “Social psychology can be defined as the scientific study of human interaction” (Watson ,1966,hlm. 1)
     “Social psychology is the study of the individual human being as the interacts, largely symbolically, with his environment” (Dewey & Humber,1966,hlm,3)

     Dari definisi tersebut diatas, kita dapat membedakan tiga wilayah study psikologi social sebagai berikut:
1) Studi tentang pengaruh social terhadap proses individual, misalnya studi tentang persepsi, motivasi, proses belajar, atribusi (sifat).
2) Studi tentang proses-proses individual bersama, seperti bahasa, sikap social dan sebagainya.
3) Studi tentang interaksi kelompok, misalnya kepemimpinan, komunikasi, otoriter, konformitas (keselarasan), kerja sama,  persaingan, peran dan sebagainya .

     Adapun psikologi social dapat didefinisikan sebagai berikut “ilmu yang mempelajari tingkah laku individu sebagai fungsi dari rangsang-rangsang social”
     Dengan “ilmu pengetahuan” dimaksudkan bahwa psikologi social hanya mempelajari suatu gejala kondisi-kondisi yang terkontrol. Spekulasi-spekulasi yang bersifat armchair (didasarkan pada perkiraan-perkiraan saja) tidak berlaku untuk menyusun teori-teori social.
     Istilah individu dalam definisi diatas menunjukan bahwa unit analisis dari psikologi social adalah individu, bukan masyarakat atau kebudayaan.
     Akhirnya, yang dimaksud dengan rangsangan-rangsangan social manusia dan seluruh hasil karya manusia yang ada disekitar individu. Termasuk dalam karya-karya manusia ini antara lain adalah norma-norma, kelompok social, dan produk-produk social lainnya.

B. Ruang lingkup psikologi social.
     Ditinjau dari segi objeknya, psikologi dapat dibedakan dalam dua golongan besar, yaitu:
a.  Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari manusia
b.  Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari hewan, yang umumnya lebih tegas disebut psikologi hewan.

    Kesulitan lain dalam pembentukan teori psikologi social adalah menentukan ruang lingkup suatu teori seperti berikut ini:
  1. Jangkauan penerapan (comprehensiveness), yaitu untuk berapa banyak (macam) fenomena atau kepribadian teori ini dapat diterapkan.
  2. Keterbatasan ,yaitu sampai dimana perlu diberikan prasyarat pada kondisi dimana fenomena itu timbul agar suatu teori dapat dinyatakan berlaku.
  3. Keumuman (generality), sampai dimana teori bias diperluas untuk mencakup situasi-situasi yang tidak tercakup dalam fenomena awal yang dijadikan dasar untuk penyusunan teori yang bersangkutan.
     Sebagaimana ilmu-ilmu yang lain, psikologi social bertujuan untuk mengerti suatu gejala atau fenomena. Dengan mengerti suatu fenomena, kita dapat membuat peramalan-peramalan tentang kapan akan terjadinya fenomena tersebut dan bagaimana hal itu akan terjadi. Selanjutnya, dengan pengertian dan kemampuan peramalan itu, kita dapat mengendalikan fenomena itu sampai batas-batas tertentu. Inilah sebetulnya tujuan dari ilmu, termasuk psikologi social. (namun,tentu saja tidak selalu kalau kita bisa mengontrol suatu gejala maka kita sudah mengerti betul tentang gejala itu. Seorang pengemudi mobil misalnya, dapat mengendalikan mobilnya tanpa ia mengerti betul tentang mekanisme yang menggerakkan mobil tersebut).
     Psikologi yang dipelajari secara praktis dapat dipraktekan dalam bermacam-macam bidang, misalnya dalam bidang pendidikan, dalam bidang indrusti atau perusahaan dan sebagainya. Psikologi yang berusaha mempelajari jiwa manusia, ternyata banyak mendapat kesulitan, oleh karena objek penyelidikannya adalah abstrak, yang tidak dapat diselidiki secara langsung, tetapi diselidiki keaktifannya yang terlibat melalui manifestasi tingkah laku atau perbuatan. Dapat dimisalkan bila kita mempelajari tentang angin, objeknya sendiri secara langsung tidak dapat dilihat, namun dari keaktifannya, bila ada daun yang bergerak atau debu beterbangan, maka jelas ada. Seperti itu pulalah bila kita mempelajari jiwa.
     Jadi dalam mempelajari psikologi ini, kita akan membatasi diri pada tingkah laku manusia, karena manusia adalah makhluk tuhan tertinggi derajatnya diantara makhluk-makhluk yang lain.

C. Perilaku Agresif Remaja
Pengertian Remaja
Menurut Hurlock(1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun.
Menurut Monks,dkk (2000), remaja adalah mereka yang berusia 12-21 tahun.
Menurut Stanley Hall (dala Santrock 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun, masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress).
        Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Remaja adalah tahap umur yang datang setelah masa kanak-kanak berakhir, ditandai oleh pertumbuhan fisik cepat. Pertumbuhan cepat yang terjadi pada tubuh remaja luar dan dalam itu, membawa akibat yang tidak sedikit terhadap sikap, perilaku, kesehatan serta kepribadian remaja. (Darajat Zakiah, Remaja harapan dan tantangan:
        Hal inilah yang membawa para pakar pendidikan dan psikologi condong untuk menamakan tahap-tahap peralihan tersebut dalam kelompok tersendiri, yaitu remaja yang merupakan tahap peralihan dari kanak-kanak, serta persiapan untuk memasuki masa dewasa. Biasanya remaja belum dianggap sebagai anggota masyarakat yang perlu didengar dan dipertimbangkan pendapatnya serta dianggap bertanggung jawab atas dirinya. Terlebih dahulu mereka perlu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kapasitas tertentu, serta mempunyai kemantapan emosi, sosial dan kepribadian. Dalam pandangan Islam seorang manusia bila telah akhil baligh, maka telah bertanggung jawab atas setiap perbuatannya. Jika ia berbuat baik akan mendapat pahala dan apabila melakukan perbuatan tidak baik akan berdosa. Masa remaja merupakan masa dimana timbulnya berbagai kebutuhan dan emosi serta tumbuhnya kekuatan dan kemampuan fisik yang lebih jelas dan daya fakir menjadi matang. Namun masa remaja penuh dengan berbagai perasaan yang tidak menentu, cemas dan bimbang, dimana berkecambuk harapan dan tantangan, kesenangan dan kesengsaraan, semuanya harus dilalui dengan perjuangan yang berat, menuju hari depan dan dewasa yang matang.
        Secara psikologis, masa remaja adalah usia dimana individu berintelegensi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Integrasi dalam masyarakat (dewasa) mempunyai banyak aspek efektif, kurang lebih berhubungan dengan masa puber. Termasuk juga perubahan intelektual yang mencolok.
         Transformasi intelektual yang khas dari cara berfikir remaja ini memungkinkannya untuk mencapai integrasi dalam hubungan sosial orang dewasa, yang kenyataannya merupakan ciri khas yang umum dari periode perkembangan ini.
     Fase remaja merupakan perkembangan individu yang sangat penting, yang diawali dengan matangnya organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu bereproduksi. Menurut Konpka (Pikunas, 1976) masa remaja ini meliputi
(a) remaja awal: 12-15 tahun;
(b) remaja madya: 15-18 tahun;
(c) remaja akhir: 19-22 tahun.
     Sementara Salzman mengemukakan, bahwa remaja merupakan masa perkembangan sikap tergantung (dependence) terhadap orang tua ke arah kemandirian (independence), minat-minat seksual, perenungan diri, dan perhatian terhadap nilai-nilai estetika dan isu-isu moral.
     Dalam budaya Amerika, periode remaja ini dipandang sebagai “Strom dan Stress”, frustasi dan penderitaan, konflik dan krisis penyesuaian, mimpi dan melamun tentang cinta, dan perasaan teralineasi (tersisihkan) dari kehidupan sosial budaya orang dewasa (Lustin Pikunas, 1976).

1.      Ciri-Ciri Masa Remaja
         Ciri-ciri masa remaja adalah:
  • Masa remaja sebagai periode peralihan, yaitu peralihan dari masa kanak-kanak ke peralihan masa dewasa.
  • Masa remaja sebagai periode perubahan.
  • Masa remaja sebagai usia bermasalah.
  • Masa remaja sebagai masa mencari identitas.
  • Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan, karena masalah penyesuaian diri dengan situasi dirinya yang baru, karena setiap perubahan membutuhkan penyesuaian diri.
  • Masa remaja sebagai ambang masa dewasa.
     Ciri-ciri kejiwaan remaja, tidak stabil, keadaan emosinya goncang, mudah condong kepada ekstrim, sering terdorong, bersemangat, peka, mudah tersinggung, dan perhatiannya terpusat pada dirinya.

2.    Kebutuhan remaja
       Berikut yang termasuk kedalam kebutuhan remaja :
  • Kebutuhan akan pengendalian diri
  • Kebutuhan akan kebebasan
  • Kebutuhan akan rasa kekeluargaan
  • Kebutuhan akan penerimaan social
  • Kebutuhan akan penyesuaian diri
  • Kebutuhan akan agama dan nilai-nilai sosial
    Aksi-aksi kekerasan dapat terjadi di mana saja, seperti di jalan-jalan, di sekolah, di kompleks-kompleks perumahan, bahkan di pedesaan. Aksi tersebut dapat berupa kekerasan verbal (mencaci maki) maupun kekerasan fisik (memukul, meninju, dll). Pada kalangan remaja aksi yang biasa dikenal sebagai tawuran pelajar/masal merupakan hal yang sudah terlalu sering kita saksikan, bahkan cenderung dianggap biasa. Pelaku-pelaku tindakan aksi ini bahkan sudah mulai dilakukan oleh siswa-siswa di tingkat SLTP/SMP. Hal ini sangatlah memprihatinkan bagi kita semua.
    Aksi-aksi kekerasan yang sering dilakukan remaja sebenarnya adalah prilaku agresi dari diri individu atau kelompok. Agresif merupakan suatu tingkah laku yang dilakukan seseorang dengan maksud untuk melukai, menyakiti, dan membahayakan orang lain atau dengan kata lain dilakukan dengan sengaja. Tidak hanya dilakukan untuk melukai korban secara fisik, tetapi juga secara psikis (psikologis). Keagresifan Remaja merupakan kesalahan dalam penyesuaian diri disuatu lingkungan yang berbentuk kenakalan, kebrutalan, kekerasan, dan kemarahan. Remaja sangat rentang berperilaku agresif karena mereka dalam proses mencari jati diri, mereka belum bisa mengendalikan luapan emosi sebagai reaksi terhadap kegagalan individu yang ditampakkan dalam bentuk pengrusakan terhadap orang atau benda dengan unsur kesengajaan yang diekspresikan dengan kata-kata verbal dan perilaku non verbal. Perilaku Agresif Remaja ini kebanyakan dilakukan oleh siswa-siswa di tingkat SLTP, SMA Bahkan Mahasiswa.  Remaja adalah seorang anak yang bisa dibilang berada pada usia tanggung, mereka bukanlah anak kecil yang tidak mengerti apa-apa, tapi juga bukan orang dewasa yang bisa dengan mudah akan membedakan hal mana yang baik dan mana yang berakibat buruk. Agresif juga dapat bersifat positif seperti dalam olahraga, agresif untuk menjadi nomor satu, memenangkan kompetisi. Namun  yang dibahas disini adalah agresif yang negatif.
    Bagi masyarakat kita terutama dikota-kota besar seperti jakarta, aksi-aksi kekerasan baik individual maupun massal mungkin sudah merupakan berita harian. Seperti yang kita ketahui bersama untuk saat ini beberapa televisi (baik nasional maupun swasta) bahkan membuat program-program khusus yang menyiarkan berita-berita tentang aksi kekerasan yang dominan dilakukan oleh remaja. Kalau kita perhatikan kebanyakan remaja bangga melakukan kekerasan, mereka ingin membuat atau mengukir prestasi melalui kekerasan bukan berpresatsi melalui jalur pendidikan.
    Kauffman (1985) memaparkan penyebab perilaku agresif dari berbagai sudut pandang teori secara holistik, yaitu faktor bilogis, psikodinamika, frustrasi-agresif, dan teori belajar sosial.
  1. Teori Biologis diasumsikan bahwa perilaku agresif merupakan perilaku instink, respon kelainan hormon dan susunan kimiawi dalam tubuh, akibat getaran-getaran elektrik yang terjadi pada susunan syaraf pusat. Faktor biologis bukan satu-satunya yang mempengaruhi perilaku agresif.
  2. Teori Psikodinamika, agresif merupakan dorongan negatif dari agresi (id), karena lemahnya fungsi kesadaran individu yaitu ego dan superego. Teori frustrasi-Agresif, menjelaskan bahwa frustrasi selalu mengakibatkan perilaku agresif, dan perilaku agresif selalu bersumber dari kondisi frustrasi.
  3. Teori Belajar Sosial, bahwa perilaku agresif bersumber dari hasil belajar atau hasil peniruan (imitasi) dan hasil penguatan.
D. Pengendalikan Perilaku Agresif pada Anak
    Perilaku agresif pada anak dapat diatasi, dikurangi bahkan untuk dihilangkan. Untuk membantu mereka agar terlepas dari perilaku agresif diperlukan teknik dan pendekatan yang komprehensif dan koordinatif. Adapun yang dapat kita lakukan, baik di sekolah maupun di rumah, di antaranya melalui berbagai metoda dan teknik sebagai berikut:
  • Memahami dan menerima pribadi anak.
Pemahaman terhadap anak merupakan hal mutlak, terlebih pemahaman terhadap anak agresif yang memerlukan bantuan. Setelah dipahami pribadi anak, kita berupaya untuk menerima apa adanya dan sebagaimana mestinya. Pemahaman dan penerimaan akan menumbuhkan sikap simpati dan mungkin empati. Simpati dan empati akan menubuhkan kepercayaan, hal ini merupakan modal untuk mengarahkan perilaku-perilaku anak ke arah nonagresif.
  • Ciptakan PAKEM.
PAKEM (pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan), akan tercipta apabila program pembelajaran yang pleksibel, disesuaikan dengan kemampuan setiap anak, pengelolaan kelas yang memberikan rasa aman, kenyamanan dan menyenangkan. Dengan terciptanya PAKEM akan mengurangi kondisi-kondisi yang mendorong kegagalan sebagai benih frustrasi. Dengan terhidar dari sifat frustrasi berarti mengurangi perilaku agresif.
  • Melakukan catharsis
Melakukan catharsis yaitu menyalurkan perilaku agresif ke aktivitas yang positif dan terhormat, seperti anak yang suka menendang atau memukul teman-teman, merusak benda atau barang di sekitarnya, kita arahkan dan kembangkan motivasi untuk kegiatan bermain drama, sepak bola, bola volly, main hokey dsb. Anak yang suka memaki-maki, marah yang tidak terkendali, menghina, mencemooh orang lain. Kita arahkan ke aktivitas yang positif, seperti membaca puisi, bermain peran atau drama, bernyanyi, berceritera dsb. Dengan kegiatan tersebut anak akan merasa puas dan energi agresif akan tersalurkan, terbebas dari membahayakan dirinya maupun orang lain, diterima oleh masyarakat dan mungkin menjadi kebanggaan bagi dirinya. Menurut Freud, energi agresif dapat dikeluarkan dan diterima pada kehidupan sosial seperti melalui pekerjaan atau permainan yang bertenaga, lebih sedikit aktivitas yang tidak diinginkan seperti menghina orang lain, perkelahian, atau pengrusakan.
   
E.  Menghapuskan pemberian imbalan.
    Menghapuskan pemberian imbalan atau istilah lain penguatan negatif, yaitu menghilangkan rangsangan yang tidak menyenangkan (hukuman) setelah ditampilkan perilaku yang diharapkan akan memperkuat munculnya frekuensi perilaku yang diharapkan tersebut. Penghilangan yaitu menahan ganjaran yang diharapkan seperti yang diberikan sebelumnya akan menurunkan frekuensi munculnya perilaku yang semula mendapat penguatan. Penundaan berarti meniadakan ganjaran karena belum ditampilkan perilaku tertentu yang diharapkan, maka akan menurunkan frekuensi munculnya perilaku yang tidak diinginkan.

F. Strategi memperagakan/pelatihan
    Upaya yang dilakukan melalui peragaraan atau penampilan dalam pemecahan suatu masalah yang tidak menggunakan perilaku agresif. Tanggapan yang tidak cocok/bertentangan dengan agresi boleh juga ditanamkan dengan memperagakan atau strategi pelatihan. Ketika anak melihat suatu contoh dan memilih solusi yang tidak agresif terhadap suatu konflik atau dengan tegas dilatih dalam pemakaian metoda-metoda yang tidak agresif tentang pemecahan masalah, mereka menjadi lebih mungkin untuk menetapkan solusi yang serupa kepada permasalahan mereka sendiri. Pelatihan metoda yang efektif dalam mengatasi konflik secara berkesinambungan merupakan hal yang utama dan bermanfaat bagi anak yang agresif.
  • Menciptakan lingkungan nonagresif
    Jika kita bermaksud untuk mengurangi timbulnya perilaku agresif pada anak, maka kita harus membebaskan lingkungan sekitar dari perilaku-perilaku agresif, menghilangkan rangsangan-rangsangan yang dapat menumbuhkan perilaku agresif. Misalnya dengan menghilangkan tontonan, bacaan, yang memperlihatkan kekerasan, keberutalan, kesadisan dsb, terutama film-film adegan-adengan yang ada pada TV, komik, dan bacaan lainnya.
  • Mengembangkan sikap empati
    Anak-anak prasekolah dan individu sangat agresif lain bisa tidak berempati dengan korban-korban mereka. Mereka mungkin tidak merasa menderita walaupun merugikan orang lain (berperilaku agresif). Kita dapat membantu mengembangkan sikap empati mereka melalui contoh kegiatan, seperti:
a)   menunjukan konsekuensi-konsekuensi yang berbahaya dari tindakan-tindakan anak yang agresif,
b)   menempatkan anak di tempat kejadian korban dan membayangkan bagaimana rasanya menjadi     korban.
  • Hukuman
    Apabila pendekatan-pendekatan di atas tidak efektif, maka dapat dilakukan dengan memberi hukuman yang bersifat mendidik dan manusiawi. Adapun pedoman yang harus dijadikan acuan apabila memberi hukuman yaitu: 

  1. Gunakan hukuman hanya setelah metode koreksi positif telah gagal dan ketika membiarkan perilaku tersebut berlanjut akan menyebabkan konsekuensi-konsekuensi negatif yang lebih serius daripada tingkat hukuman yang dilakukan.
  2. Hukuman harus digunakan hanya oleh orang-orang yang memiliki kedekatan dan penuh kasih sayang terhadap anak ketika tingkah lakunya dapat diterima dan yang menawarkan banyak dukungan positif untuk perilaku non-agresif.
  3. Menghukum seperti apa adanya, tanpa kejengkelan, ancaman, atau melanggar moral.
  4. Hukuman harus bersifat adil, konsisten dan segera.
  5. Hukuman harus intens secara akal dan proporsional.
  6. Bila memungkinkan, hukuman harus melibatkan biaya respons (kehilangan hak-hak istimewa atau hadiah atau menarik diri dari perhatian) daripada perlakuan permusuhan.
  7. Bila memungkinkan, hukumannya harus terkait langsung dengan perilaku agresif, memungkinkan anak untuk membuat restitusi, dan/atau mempraktekkan perilaku alternatif yang lebih adaptif.
  8. Jangan langsung memberikan penguatan positif segera setelah hukuman, anak mungkin belajar berperilaku agresif kemudian menanggung hukuman untuk mendapatkan dukungan.
  9. Menghentikan hukuman jika tidak segera efektif.
    Penanganan terhadap anak yang berperilaku agresif harus dilaksanakan secara menyeluruh, artinya semua pihak harus terlibat, termasuk orang tua, guru dan lingkungan sekitarnya.
    Berdasarkan uraian pembahasan cara penanganan terhadap anak berperilaku agresif di atas dapat disimpulkan bahwa penanganan terhadap anak yang berperilaku agresif harus dilaksanakan secara menyeluruh, artinya semua pihak harus terlibat, termasuk orang tua, guru dan lingkungan sekitarnya. Beberapa alternatif penanganan terhadap anak berperilaku agresif dengan memberi hukuman yang efektif kepada anak dan perlu adanya pengertian dan kesabaran orangtua.

Lingkungan keluarga yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan jiwa remaja adalah sebagai berikut:

a. Pola Asuh Keluarga
 Proses sosialisasi sangat dipengaruhi oleh pola asuh dalam keluarga,di antaranya sebagai berikut:
  1. Sikap orang tua yang otoriter (mau menang sendiri, selalu mengatur,semua perintah harus diikuti tanpamemperhatikan pendapat dankemauan anak) akan sangat berpengaruh pada perkembangankepribadian remaja. Ia akan berkembang menjadi penakut, tidak memiliki rasa percaya diri, merasa tidak berharga, sehingga prosessosialisasi menjadi terganggu.
  2. Sikap orang tua yang permisif (serba boleh, tidak pernah melarang,selalu menuruti kehendak anak, selalu memanjakan) akanmenumbuhkan sikap ketergantungan dan sulit menyesuaikan diridengan lingkungan social di luar keluarga.
  3. Sikap orang tua yang selalu membandingkan anak-anaknya, akan menumbuhkan persaingan tidak sehat dan saling curiga antar saudara.
  4. Sikap orang tua yang berambisi dan terlalu menurut anak-anaknyaakan mengakibatkan anak cenderung mengalami frustasi, takut gagal,dan mersa tidak berharga.
  5. Orang tua yang demokratis, akan mengikuti keberadaan anak sebagai individu dan makhluk sosiologi, serta mau mengikuti keberadaan anak.
  6. Sebagai individu dan makhluk social, serta mau mendengarkan danmenghargai pendapat anak. Kondisi ini akan menimbulkankeseimbangan antara perkembangan individu dan social, sehinggaanak akan memperoleh suatu kondisi mental yang sehat.
b. Kondisi keluarga
     Hubungan orang tua yang harmonis akan menumbuhkan kehidupanemosional yang optimal terhadap perkembangan kepribadian anak.Sebaliknya, orang tua yang sering bertengkar akan menghambat komunikasi dalam keluarga dan anak akan “melarikan diri” dari keluarga.
     Keluarga yang tidak lengkap, misalnya karena perceraian dan kematian,atau keluarga dengan keadaan ekonomi yang kurang, dapat mempengaruhi perkembangan jiwa remaja.
     Pendidikan moral dalam keluarga adalah upaya menanamkan nilai-nilai akhlak atau budi pekerti kepada anak di rumah. Pengertian budipekerti mengandung nilai-nilai akhlak atau budi pekerti kepada anak dirumah. Pengertian budi pekerti mengandung nilai-nilai berikut ini :

(1) Keagamaan
Pendidikan agama diharapkan dapat menumbuhkan sikap anak yangmampu menjauhi hal-hal yang dilarang dan melaksanakan perintahyang dianjurkan. Menanamkan norma agama ianggap sangat besarperannya terutama dalam menghadapi situasi globalisasi yangberakibat pada bergesernya nilai kehidupan. Remaja yang taat norma agama akan terhindar atau mampu bertahan terhadap pengaruh buruk di lingkungan.

(2) Kesusilaan
Meliputi nilai-nilai yang berkaitan dengan orang lain, misalnya sopansantun, kerja sama, tenggang rasa, saling menghayati, salingmenghormati, menghargai orang lain, dan sebagainya.

(3) Kepribadian
Memilki nilai dalam kaitan pengembangan diri, misalnya keberanian,rasa malu, kejujuran, kemandirian, dan sebagainya.Penanaman nilai-nilai budi pekerti dalam keluarga dapat dilakukanmelalui keteladanan orang tua atau orang dewasa lainnya, bacaan yang sehat, pemberian tugas, dan komunikasi efektif antar anggota keluarga.Sebaliknya apabilah keluarga tidak peduli terhadap hal ini; misalnyamembiarkan anak tanpa komunikasi dan memperoleh nilai di luarmoral agama dan social, membaca buku dan menonton DVD porno,bergaul bebas, minuman keras dan merokok; maka akan berakibatburuk terhadap perkembangan psikologi remaja.


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1)     Psikologi terdiri dari dua kata pyche dan logos,sedangkan psikologi social mempunyai banyak definisi oleh para sarjana psikologi social salah satunya yaitu, psikologi social adala studi tentang pengaruh social terhadap proses individual, misalnya studi tentang persepsi, motivasi, proses belajar atribusi (sifat).
2)     Ruang lingkup terdiri dari        
      - jangkauan
      - keterbatasan
      - keumuman
     Dalam psikologi perkembangan remaja dikenal sedang dalam fasepencarian jati diri yang penuh dengan kesukaran dan persoalan. Faseperkebangan remaja ini dikatakan fase pencarian jati diri yang penuh dengankesukaran dan persoalan karena dalam fase ini remaja sedang berada di antaradua persimpangan antara dunia anak-anak dan dunia orang-orang dewasa.
     Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi selama masa remaja tidak selalu dapat tertangani secara baik.Pada fase ini di satu sisi remaja masih menunjukkan sifat kekanak-kanakan, namun di sisi lain dituntut untuk bersikap dewasa oleh lingkungannya. Sejalan dengan perkembangan sosialnya, mereka lebihkonformitas pada kelompoknya dan mulai melepaskan diri dari ikatan dankebergantungan kepada orangtuanya, dan sering menunjukkan sikapmenantang otoritas orangtuanya. Hal tersebut menunjukkan bahwaperkembangan psikologi remaja sangat di dukung dan dipengaruhi olehlingkungan di mana ia berada, baik lingkungan keluarga, sekolah, temansebaya dan masyarkatRemaja yang salah penyesuaian dirinya terhadap lingkungan terkadangmelakukan tindakan-tindakan yang tidak realistis, bahkan cenderung melarikan diri dari tanggung jawabnya. Dengan demikian lingkungan yangtepat tentu akan menciptakan remaja yang sehat secara psikologi.
     
Referensi
1. http://wachidskom.blogspot.com/2012/08/makalah-psikologi-tentang-prilaku.html
2. http://www.scribd.com/doc/97258167/Makalah-Psikologi-Sosial-Remaja
3. http://pandidikan.blogspot.com/2010/10/definisi-dan-ruang-lingkup-psikologi.html
  

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

Rate this posting:
{[['', '']]}
{["Useless", "Boring", "Need more details", "Perfect"]}
BAB I

PENDAHULUAN



Latar Belakang

            Manusia adalah mahluk sosial dan komunikasi adalah hal yang pasti dilakukan setiap harinya. Hal itu telah berlaku sejak zaman dahulu dan seiring berjalannya waktu, alat komunikasi terus mengalami perkembangan. Berikut ini adalah teknologi komunikasi dari masa ke masa.

            Pada awalnya manusia hanya hanya bisa berkomunikasi secara face to face ataupun tanda/isyarat yang memiliki arti khusus, seperti asap contohnya. Keterbatasan itu juga membuat mereka hanya dapat  berkomunikasi ke orang-orang sekitar saja dan komunikasi jarak jauh sangatlah tidak memungkinkan. Perkembangan zaman secara perlahan menghilangkan keterbatasan itu, langsung saja kita simak perubahan teknologi komunikasi masa ke masa

1. Surat


            Kemunculan surat pertama kali adalah ribuan tahun yang lalu di Mesir. Mereka biasanya dikirim menggunakan orang dan binatang seperti merpati. Kekurangan utama dari teknologi komunikasi tentunya adalah waktu pengiriman yang lama yakni membutuhkan waktu antara satu hingga tiga hari.

2. Telegraf


            Merupakan penemuan menakjubkan pada zamannya dimana memperbolehkan pesan jarak jauh melalui kode morse. Biasanya digunakan untuk kepentingan bisnis, mereka kemudian mengalami perkembangan yakni dengan receiver elektromagnetik yang memperbolehkan kode morse langsung diterjemahkan dalam bentuk tulisan.

3. Telepon


            Teknologi yang terus mengalami perubahan hingga sekarang ini memperbolehkan komunkasi jarak jauh dalam waktu yang singkat. Semua itu adalah hasil jerih payah dari penemu ternama Alexander Graham Bell.

4. Pager


            Sesudah telepon ditemukan barulah komunikasi pesan singkat dengan sinyal radio diciptakan, yakni Pager atau terkadang dikenal juga dengan nama Beeper. Pager sendiri hanya dapat menerima pesan singkat dan mereka dibagi menjadi numeric pager, alphanumeric pager, serta two-way alphanumeric pager.

5. Handphone


            Ponsel, telepon genggam, atau lebih sering dikenal sebagai handphone adalah alat komunikasi elektronik yang dapat dibawa kemana-mana. Ia memperbolehkan komunikasi langsung melalui telepon dan juga pengiriman pesan SMS. Sampai sekarang teknologi ini juga terus mengalami perkembangan hingga yang sedang trend sekarang ini yakni smartphone.

6. Internet


            Inilah teknologi komunikasi terkini yang memperbolehkan komunikasi yang tidak mengenal waktu dan batasan jarak. Apalagi dengan berbagai gadget yang ada sekarang ini, maka istilah dimana saja dan kapan saja bukan lagi sekedar ucapan semata.



  
. BAB II

 PEMBAHASAN



            Alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar.

1. Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia.

2.   Peralatan mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual.

3.  Peralatan mekanik elektronik: yaitu peralatan mekanik yang digerakkan secara otomatis oleh motor elektronik.

4.   Peralatan elektronik: yaitu peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh. 


1. Masa Prasejarah

            Pada masa prasejarah manusia telah menggunakan dan mengembangkan berbagai bentuk komunikasi dan informasi. Manusia mencoba menggunakan teknologi komunikasi berupa gambar yang menceritakan pengalaman kegiatan berburu pada dinding-dinding gua, menggunakan isyarat berupa bunyi untuk berkomunikasi dengan sesama dengan menggunakan genderang, terompet, api dan asap untuk menyampaikan pesan jarak jauh. Contoh karakter huruf yang digunakan pada masa ini adalah piktograf dan hierogliph.

            Apakah orang purba melakukan komunikasi? Jika diperhatikan dari kemampuan bahasanya, sepertinya mereka tidak melakukan komunikasi. Namun, sebenarnya merekapun melakukan komunikasi. Hanya saja komunikasi orang purba berupa pengenalan bentuk saja. Orang purba dapat menggambarkan informasi yang mereka peroleh dengan cara menggambarkannya di dinding-dinding gua.

            Selain menggunakan gambar di gua, orang pada zaman dahulu menggunakan asap untuk melakukan komunikasi. Hal ini biasa dilakukan oleh suku bangsa Indian di Amerika. Mereka menggunakan asap sebagai tanda peringatan, tanda bahaya, dan meminta bantuan.




Gambar 1
Sebuah Prasasti dari Kayu



            Bagaimanakah perkembangan tulisan sebagai alat komunikasi? Tulisan mulai dikenal pada tahun 3.000 SM oleh bangsa Sumeria dengan menggunakan simbol. Di Indonesia sendiri, tulisan mulai dikenal pada zaman kerajaan-kerajaan kuno, seperti Kutai, Pajajaran, Majapahit, dan Sriwijaya. Pada masa kerajaan kuno, penggunaan tulisan sebagai alat komunikasi hanya terbatas sebagai kegiatan surat-menyurat antarkerajaan. Orang-orang kerajaan menggunakan berbagai bahan, seperti kulit kayu, daun lontar, serta batu prasasti sebagai media komunikasi. Pada saat itu, alat komunikasi hanya digunakan oleh kalangan-kalangan tertentu, seperti raja dan bangsawan.

            Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, masa modern merupakan masa keemasan bagi teknologi informasi dan teknologi.

2. Masa Modern
            Bagaimanakah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada masa modern? Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, masa modern merupakan masa keemasan bagi teknologi informasi dan teknologi. Pada masa modern, telah diciptakan alat-alat dan sistem canggih untuk mempermudah manusia melakukan komunikasi. Penemuan kertas oleh bangsa Cina menjadi tanda perkembangan bahasa tulis dan cikal bakal kertas saat ini. Pada masa ini, kertas terbuat dari serat bambu yang dihaluskan, disaring, dicuci kemudian diratakan dan dikeringkan. Dengan ditemukannya kertas, muncul teknologi percetakan dengan menggunakan balok kayu yang dilumuri tinta dan dicapkan pada kertas.

Beberapa teknologi komunikasi yang digunakan adalah :

  • Mesin Cetak (1455)

            Pada tahun 1455, Johann Guttenberg menciptakan mesin cetak pertama menggunakan pelat huruf yang terbuat dari besi. Pelat tersebut dapat diganti dalam bingkai yang terbuat dari kayu.

  • Mesin Analitik (1830)

            Charles Babbage menciptakan mesin analitik yang mampu memasukkan data, mengolahnya dan mengeluarkan output berupa kartu. Dengan menggunakan mesin ini, Agusta Lady Byron untuk pertama kalinya menulis sebuah program komputer yang pertama di dunia. Meskipun bersifat mekanis, mesin ini mengilhami terciptanya mesin digital seperti komputer digital pertama yang disebut ENIAC I.

  • Telegraf dan Kode Morse (1837)

           Pada tahun 1837, diciptakan mesin telegraf dan kode morse oleh Samuel Morse bersama dua kawannya, yaitu Sir William Cook dan Sir Charles Wheatstone. Mereka berhasil mengirimkan berita melalui kabel dengan kode Morse (denyut listrik) di antara dua tempat yang letaknya berjauhan.

  • Film Pertama (1861)

         Film merupakan alat komunikasi untuk mengungkapkan gagasan kepada orang banyak. Awal mula film diciptakan pada tahun 1861.

  • Pesawat Telepon dan Fotografi (1877)

          Berdasar pada teknologi telegraf, pada tahun 1877, Alexander Graham Bell menciptakan dan mengembangkan telepon yang dipergunakan secara umum untuk kali pertama. Pada masa ini, ditemukan pula fotografi dengan kecepatan tinggi oleh Edward Maybridge.

  • Pita Penyimpan Magnetis (1899)

          Pada masa ini untuk kali pertama diciptakan sistem penyimpanan dalam tape (pita) magnetis yang terbuat dari pita plastik kuat yang disebut Mylar. Salah satu sisi pita tersebut dilapisi bahan magnet sejenis iron oxide (oksida besi).

  • Televisi Tabung (1923)

        Zvorkyn menciptakan televisi tabung dan komponen yang digunakan masih berupa tabung vakum karena pada masa ini belum muncul teknologi transistor.

  • Media Penyimpanan Magnetic Tape (1940)

        Dimulainya pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang komunikasi dan informasi terjadi pada masa Perang Dunia II. Pengembangan tersebut bertujuan untuk kepentingan pengiriman dan penerimaan dokumen-dokumen militer yang disimpan dalam bentuk magnetic tape.

  • Hiperteks (1945)

    Vannevar Bush mengembangkan sistem pengkodean menggunakan hiperteks. Dengan pengkodean hiperteks dapat diciptakan halaman-halaman web yang digunakan dalam internet.

  • Komputer Digital (1946)

        Setelah satu abad terciptanya analytical machine oleh Charles Babbage, komputer digital (ENIAC I) pertama di dunia diciptakan pada masa ini.

  • Transistor (1948)

          Para peniliti di Bell Telephone mengembangkan transistor untuk mengganti tabung vakum yang sebelumnya digunakan. Selain bentuknya kecil, transistor hanya membutuhkan sumber daya listrik yang kecil dan tidak menimbulkan panas yang berarti.

  • Transistor Planner (1957)

         Pada masa ini dikembangkan komponen elektronik transistor planner oleh Jean Hoerni. Dengan teknologi ini, jutaan transistor dapat dimasukkan ke dalam satu keping kecil kristal silikon. Pada tahun ini juga, Uni Soviet (USSR) meluncurkan satelit bumi buatan pertama yaitu Sputnik yang bertugas sebagai mata-mata.

  • Jaringan Komputer Desentralisasi (1962)

           Rand Paul Barand ditugaskan untuk mengembangkan suatu sistem jaringan desentralisasi yang mampu mengendalikan sistem pemboman dan peluncuran peluru kendali dalam perang nuklir.

  • Jaringan Komputer Pertama di Amerika Serikat (1969)

         Sistem jaringan yang pertama diberntuk dengan menghubungkan empat titik tempat dengan kekuatan 50 Kbps.

  • Program E-mail (1972)

          Ray Tomlison pertama kali menciptakan program e-mail yaitu pengiriman pesan teks atau surat secara elektronik lewat internet.

  • Internet (1973 - 1990)

          Istilah internet diperkenalkan dalam sebuah karya tulis mengenai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Kemudian dilanjutkan dengan dilakukan pengembangan protokol jaringan.

            Teknologi komunikasi telah berkembang sehingga tidak ada masyarakat modern yang mampu bertahan tanpa komunikasi. Konsep ini yang mendasari bahwa manusia memiliki kebutuhan berinteraksi sosial. Komunikasi yang bersinggungan dengan kehidupan berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya (termasuk lintas budaya) terjadi dalam beragam wujud dan bentuk. Perkembangan teknologi turut memberikan arti yang sangat penting dalam bidang komunikasi dan interaksi sosial dapat berlangsung dan tercipta tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Peran komunikasi sebagai penggerak interaksi sosial dalam masyarakat dapat terus ebrkembang dalam setiap aspek kehidupan masyarakat yang bertujuan untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan individu maupun kelompok.

            Perkembangan teknologi komunikasi tidak dapat dilepaskan dari suatu konteks perubahan masyarakat dalam arti luas. Perluasan teknologi komunikasi memiliki posisi disetiap ilmu interdisiplin dan saling berkaitan dalam hal perkembangan ilmu-ilmu khususnya sebagai sarana pemahaman dan penyebaran ilmu agar dapat dipahami masyarakat secara rinci dan jelas. Teknologi komunikasi dilihat sebagai keberadaannya yang unik dan objektif mengalami perkembangan demi kebutuhan manusia dari segi pemanfaatan teknologi komunikasi itu sendiri.

            Teknologi komunikasi merupakan perkembangan teknis yang mengubah, memajukan dan mempercepat proses kerja komunikasi. Perkembangan yang terjadi mengubah cara kerja komunikator, cara kerja pengiriman pesan, cara kerja dari media, cara penerima pesan menerima pesan itu sendiri dan cara pengembalian feedback atau dampak. Dilihat dari relasi masyarakat secara sosial dan budaya maka perkembangan teknologi komunikasi mengajarkan manusia dalam suatu generasi untuk siap sedia dalam mempelajari cara dan kegunaan teknologi dan dalam mempelajari kebudayaan lain sehingga menghindari dampak gegar budaya

            Teknologi komunikasi memberikan dampak kuat bagi perkembangan media. Kegiatan manusia tak lepas dari produk teknologi komunikasi dan media akibat pengaruh dari perkembangan teknologi. Manusia semakin membutuhkan untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan menggunakan perangkat teknologi media baru. Media tidak hanya dalam bentuk media massa dan media elektronik. Namun media baru yang semakin berkembang dan populer adalah media jejaring sosial online di dunia maya. Media baru digunakan masyarakat untuk mengekspresikan diri dan menyampaikan segala pandangan terhadap sesuatu hal.

Beberapa contoh perkembangan teknologi komunikasi :

a. Surat Kabar


            Surat kabar adalah media cetak yang berisi berbagai informasi. Surat kabar disebut juga dengan koran. Di dalam koran terdapat informasi dengan berbagai topik, seperti peristiwa politik, olah raga, hiburan, budaya, dan cuaca



                   

Gambar 2
Sebuah koran online


            Jika dilihat dari isinya, koran dapat dibagi menjadi koran umum dan koran khusus. Koran umum biasanya terbit setiap hari dan memuat berbagai informasi umu. Adapun koran khusus ada yang terbit seminggu sekali atau sebulan sekali. Koran khusus biasanya berisi informasi dalam bidang-bidang tertentu, seperti informasi bidang pertanian, industri, olahraga, dan kesenian.

            Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, sekarang koran tidak hanya berbentuk kertas saja. Sekarang koran disertai dengan versi online-nya di jaringan internet. Tahukah kamu koran di Indonesia yang memiliki versi online-nya?

b. Telepon



Gambar 3
Telepon yang pertama kali dibuat
 

            Telepon pertama kali diciptakan oleh Alexander Graham Bell (Redaksi Kelasabil:Perlu ditela'ah lagi sumbernya) pada tahun 1876. Telepon merupakan alat yang dapat mengirimkan pembicaraan melalui sinyal listrik. Dengan menggunakan telepon, kita dapat berkomunikasi secara lisan dengan seseorang yang berjarak jauh.

            Telepon merupakan alat komunikasi yang sangat bermanfaat dan sangat praktis. Oleh karena itu, perkembangannya sangatlah pesat. Pada awalnya, telepon hanya terbatas pada telepon tetap (fixed line telephone). Namun sekarang, teknologi telepon telah berkembang menjadi telepon seluler (handphone). Telepon seluler sangat praktis digunakan karena dapat digunakan dimana saja. Hingga saat ini, teknologi handphone telah berkembang sangat pesat. Handphone sekarang bukan hanya sebagai alat untuk menelpon, namun dapat digunakan juga sebagai pemutar musik, video, dan kamera.

c. Televisi



Gambar 4
Televisi tua yang jadul dan klasik
 

            Televisi ditemukan pada tahun 1883 oleh Paul Nipkow. Penemuan televisi berawal dari ditemukannya cakram logam (metal) yang berputar dan memiliki banyak lubang. Televisi merupakan alat penangkap siaran bergambar. Saat ini, televisi memberikan begitu banyak manfaat dan informasi kepada kita. Dari siaran-siaran yang ditayangkan televisi, kita dapat memperoleh informasi mengenai berita, olahraga, dan hiburan. Televisi menjadi alat komunikasi yang penting bagi manusia. Sekarang, hampir di setiap rumah terdapat televisi.

            Perkembangan teknologi televisi begitu pesat. Dulu, kita hanya bisa menikmati televisi hitam putih, namun sekarang kita bisa menikmati televisi berwarna. Dari segi layarnya pun dulu berbentuk cembung, sekarang terdapat televisi plasma dan berlayar datar.

d. Komputer


            Saat ini, manusia sangat terbantu pekerjaannya oleh suatu alat yang disebut komputer. Semua pekerjaan menjadi lebih efisien dengan bantuan komputer. Hampir di setiap rumah dan perkantoran kita dapat menemukan komputer.

            Komputer berasal dari kata to compute yang berarti menghitung. Untuk mempelajari sejarah komputer, kita tidak bisa lepas dari sejarah perkembangan alat hitung. Hal ini disebabkan oleh dasar prinsip kerja komputer sebagai alat hitung.


Gambar 5
Sebuah Abacus
 

            Perkembangan komputer dimulai dengan adanya alat yang disebut Abacus, yang muncul sekitar 5000 tahun yang lalu. Alat ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan biji-bijian geser yang diatur pada sebuah rak.

            Pada tahun 1642, Blaise Pascal, menemukan kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator). Alat ini kemudian dinamakan Pascaline. Pascaline menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit. Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbatas untuk melakukan penjumlahan.

            Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan. Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda-roda gerigi.

            Perkembangan selanjutnya dilakukan oleh seorang profesor matematika Inggris, Charles Babbage. Pada tahun 1822, ia menciptakan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensial. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Mesin tersebut kemudian berkembang menjadi Analytical Engine. Anlytical Engine terdiri atas sekitar 50.000 komponen. Desain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu-kartu perforasi (berlubang-lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut.

            Anylitical Engine menjadi pelopor perkembangan komputer pada tahun-tahun kedepannya. Berikut akan dijelaskan perkembangan komputer dari tahun ke tahun.

1) Komputer generasi pertama


            Komputer generasi pertama ini menggunakan tabung vakum untuk memproses dan menyimpan data. Komputer generasi pertama dapat membantu para ahli dalam menyelesaikan masalah perhitungan dengan cepat dan tepat. Beberapa komputer generasi pertama, antara lain ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Calculator), EDVAC Computer, EDSAC COMPUTER, dan UNIVAC 1 Computer.

2) Komputer generasi kedua




Gambar 6
IBM 1401 - Komputer Generasi Kedua

            Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya.

            Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponenkomponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.

            Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secara luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan.

3) Komputer generasi ketiga


            Perkembangan komputer generasi ketiga komputer menjadi semakin kecil karena komponen-komponen dapat dipadatkan dalam chip. Transistor yang digunakan di komputer generasi kedua digantikan dengan IC (Integrated Circuit). Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.

4) Komputer generasi keempat


            Perkembangan komputer generasi keempat bertujuan mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen-komponen elektrik. Pada komputer generasi keempat, dikembangkan teknologi Large Scale Integration (LSI) yang dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980- an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.

            Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV, AMD k6, dan Athlon, merupakan sebagin komputer yang masuk ke dalam golongan komputer generasi keempat.



BAB III 
KESIMPULAN 


            Perkembangan teknologi telah memberikan pengaruh terhadap lini bidang pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Pengaruh ini berdampak adanya pergeseran terhadap proses pembelajaran itu sendiri. Komunikasi sebagai media pendidikan direalisasikan dengan menggunakan alat-alat komunikasi seperti komputer, internet, e-mail dan alat komunikasi teknologi digital lainnya. Interaksi tidak hanya dilakukan melalui tatap muka, namun dengan adanya pemanfaatan dari teknologi komunikasi. Pengajar dapat memberikan layanan informasi tanpa harus berhadapan langsung dan sebaliknya penimba pendidikan dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas, tidak hanya dari pengajar, namun juga dari sumber-sumber lain yang valid dan dapat dipercaya. Perkembangan teknologi komunikasi dalam lini pendidikan berdampak dengan maraknya pendidikan virtual atau e-learning yaitu suatu metode pembelajaran dengan menggunakan teknologi komunikasi dan informasi internet.

            E-learning merupakan satu penggunan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan yang sangat luas berdasarkan kriteria, sebagai berikut:

  • merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi pembelajaran atau informasi
  • pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet
  • memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional

            Dengan diiringi perkembangan teknologi informasi, teknologi komunikasipun berkembang secara pesat. Muncullah istilah seperti teknologi komunikasi cyber yang memungkinkan kita dapat menggunakan teknologi komunikasi baru lagi. Contoh teknologi komunikasi yang menggunakan teknologi cyber atau internet adalah e-mail, chatting, dan lain sebagainya. Teknologi Komunikasi yang seperti itulah yang sekarang digunakan di mana-mana.

            Teknologi Komunikasi Digital bisa disebut adalah alat komunikasi jaman sekarang. Karena dengan teknologi ini, kita dapat berkomunikasi dengan cepat, mudah, dan fleksibel. Salah satu teknologi ini adalah handphone atau laptop.

            Laptop yang memiliki chip yang dapat terkoneksi internet, memungkinkan kita untuk dapat berkomunikasi dengan orang yang berada jauh dengan kita. Contohnya saja Tono yang berada di Indonesia, dapat berkomunikasi dengan Jerry yang berada di Jerman menggunakan alat komunikasi laptop dengan bantuan alat piranti lunak

            Selain manfaat yang tak dibatasi dengan jarak ataupun waktu, manfat efisiensi biaya juga kita dapatkan dengan adanya perkembangan teknologi saat ini. Bayangkan saja jika kita mengirimkan surat seperti jaman dahulu. Kita harus memerlukan biaya untuk mengirimkan surat ke Jerman, ditambah lagi dengan waktu yang diperlukan. Selain itu, hal yang ingin dibicarakan tentunya tidak sedikit. Oleh karena itu, dengan adanya teknologi komunikasi digital ini, kita sangat dimudahkan untuk mendapatkan informasi atau data dari individu lain yang berada jauh dengan kita.












Postingan Populer